
Bumiayu – Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah Sururul Fuad meninjau Gedung SMK Muhammadiyah Bumiayu yang mengalami atap rubuh pada Kamis (Brebes, 7/12/2023). Didampingi Kepala Sekolah dan beberapa guru lain, Sururul Fuad melihat langsung kerusakan atap yang menimpa empat ruang kelas tersebut.
Menurut keterangan dari beberapa guru setempat, peristiwa robohnya atap empat ruang kelas terjadi sejak senin malam. Kemungkinan hal tersebut terjadi lantaran konstruksi yang kurang kuat untuk menopang beban genting yang terbuat dari tanah.
Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Bumiayu, Faiz Hanani mengaku bersyukur karena atap ruang kelas tersebut rubuh saat malam hari, sehingga tidak melukai siswa.
“Beruntung kejadiannya berlangsung pada malam hari karena pada siang harinya ruang-ruang tersebut digunakan para siswa untuk mengikuti tes ujian akhir semester. Akhirnya hari ini kami pindahkan ke ruang kelas lain” ujar Kepala Sekolah; Faiz Hanani
Menanggapi keluhan Kepala Sekolah dan guru SMK Muhammadiyah, Fuad mengatakan bahwa kunjungan itu merupakan bagian dari tugasnya sebagai wakil rakyat untuk melihat dan mendengar secara langsung keluhan ataupun kejadian penting yang membutuhkan perhatian dari pemerintah ataupun wakil rakyat.
“Saya ke sini untuk meninjau langsung apa yang terjadi dan apa yang bisa kita bantu”, ujar Fuad
“sudah menjadi bagian dari tugas kami untuk melayani masyarakat,” lanjutnya.
Politikus Dapil Brebes Tegal itu menuturkan bahwa sarana pendidikan adalah bagian dari kebutuhan dasar masyaraka. Kebutuhan tersebut tak dapat ditawar-tawar karena berkenaan langsung dengan kegiatan belajar-mengajar hingga keeselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Oleh karena itu, Fuad menegaskan bahwa perbaikan harus segera dirampungkan agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan baik tanpa halangan.
“Sudah menjadi hak siswa untuk dapat belajar dengan nyaman dan tenang tanpa kekhawatiran. Oleh karena itu kami upayakan untuk segera merampungkan renovasi agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal kembali” Jelas Fuad.
Lebih lanjut, Sururul Fuad juga menghimbau Pemerintah dan pengurus sekolah lain untuk waspada dan menyiapkan langkah antisipasi terkait ancaman kerusakan bangunan akibat bencana alam selama musim penghujan.
“Musim penghujan ini rawan menimbulkan kerusakan, bisa karena angin kencang, banjir, tanah longsor dan sebagainya. Sehingga Pemerintah dan pengurus sekolah perlu mengupayakan antisipasi, misalnya dengan penebangan pohon besar di dekat fasilitas sekolah” tutup Fuad.