
Semarang – Tak dapat dipungkiri, kebudayaan tradisional perlahan mulai luput dari perhatian masyarakat. Generasi muda kini kurang tertarik dengan kesenian dan tradisi lokal. Hal tersebut tak terlepas dari pesatnya arus disrupsi dan digitalisasi. Pemuda kini lebih tertarik mengkonsumsi produk budaya luar.
Masalah tersebut tak bisa disepelakan dan begitu saja digantungkan oleh masyarakat dalam hal ini pelaku dan peminat budaya. Pemerintah perlu turun tangan memberikan perlindungan, dan pengembangan budaya lokal.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Jasiman, Lc. mengungkapkan bahwa budaya lokal dapat menjadi identitas suatu daerah. Hal tersebut lebih lanjut dapat memberikan pengaruh positif terhadap pariwisata dan perekonomian daerah.
“Kebudayaan lokal ini sesungguhnya bisa menjadi identitas lokal yang berkaitan erat dengan peningkatan sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Oleh karena kemaslahatan itu, Pemprov Jateng perlu kiranya ambil kendali pada pengendalian dan pengembangan budaya lokal” Jelas Jasiman.
Senada dengan hal tersebut, Jasiman, Lc. menambahkan bahwa pengendalian dan pengembangan kebudayaan tradisional dapat dilaksanakan dengan publikasi dan kampanye digital secara masif, intensif, dan tepat.
“Pesatnya budaya luar yang masuk ke indonesia salah satunya karena media digital. Oleh karena itu langkah yang bisa diambil untuk pengendalian dan pengembangan juga akan efektif melalui publikasi dan kampanye digital” Pungkas Jasiman.