img

Dewan Minta Pemprov Evaluasi Penerapan Prokes Sebelum Penerapan PTM

img

Jasiman, LC Anggota Fraksi PKS DPRD Jateng / Foto: Anway

Semarang, PKS Jateng Online - Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Jasiman meminta agar pemerintah melakukan evaluasi penerapan protokol kesehatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sebelum diterapkannya PTM di seluruh sekolah di Jawa Tengah.

Hal ini merupakan respon Jasiman atas meninggalnya 3 orang guru di SMAN 1 Gondang , Sragen akibat COVID-19 namun sekolah terkait bukan termasuk sekolah yang menjadi ujicoba penerapan PTM di Jawa Tengah.

Jasiman Ia khawatir jika tidak dilakukan pengetatan penerapan prokes, juga penerapan PTM sesuai SKB 4 menteri tentang PTM maka kejadian serupa akan terulang.

“Pertama-tama saya ucapkan belasungkawa atas berpulangnya 3 pahlawan pendidikan (guru) di Sragen,” Ucapnya. “Sekaligus juga seharusnya menjadi bahan evaluasi terkait penerapan protokol kesehatan secara ketat di lingkungan pendidikan sebelum melakukan PTM secara menyeluruh” tambahnya.

Menurut Jasiman, PTM hanya bisa diterapkan secara utuh oleh sekolah yang telah mengikuti SKB 4 Menteri terkait penyelenggaraan pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Sebelum PTM harus dipastikan semua guru, kepala sekolah, dan semua unsur tenaga pendidikan harus sudah di vaksin.” Ujarnya. “Karena Menteri Pendidikan menyebutkan bahwa tenaga pendidikan, terutama pendidikan dasar akan menjadi priotitas dalam vaksinasi dengan melihat kebutuhan dan dilakukan secara bertahap” lanjutnya.

DI satu sisi, Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini menyebutkan bahwa Pembelajaran Tatap Muka saat ini menjadi sebuah dilema dimana dalam kondisi pandemi yang menuntut tidak melakukan banyak aktifitas diluar, tapi juga dihadapkan dengan derasnya arus permintaan dari tenaga pendidikan yang menginginkan diterapkannya Pembelajaran Tatap Muka terutama kalangan pendidikan dasar seperti paud, TK, SD, yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran online.

“Sebetulnya PTM merupakan respon pemerintah terhadap derasnya permintaan agar segera diselenggarakannya sekolah tatap muka, karena banyaknya orang tua murid juga tenaga pendidikan tingkat dasar yang mengalami kesulitan dalam PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh),” Terang Jasiman. “Karena memahami pelajaran untuk usia dini tidak mudah juga dalam pendidikan dasar dibutuhkan juga pendidikan karakter disamping pembelajaran kelilmuan biasanya,” Imbuhnya.

Iapun mengaku menerima keluhan dari orang tua murid yang juga mengalami kesulitan dalam mengajarkan pelajaran di rumah baik karena kesibukan maupun kapasitas orang tua murid dalam mengajarkan mata pelajaran.

“Saya menerima aduan orang tua yang kesulitan mengajarkan anaknya, dimmana para rang tua sudah lama tidak belajar kemudian diminta untuk mengajarkan semua mata pelajaran di tingkat SD. Tentunya tidak akan maksimal,” Jelasnya.

“Tentunya dibutuhkan perhatian serius dari pemerintah untuk menemukan formula yang tepat untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang efektif namun dapat meminimalisir risiko penyebaran COVID-19,” Pungkasnya.

Seperti yang kita ketahui, Jawa Tengah melakukan ujicoba penerapan sekolah dengan pertemuan tatap muka pada pada tanggal 5 April - 16 April lalu yang digelar di 140 satuan pendidikan (sekolah) di berbagai daerah di Provinsi Jawa Tengah.