Logo DPW PKS Provinsi Jawa Tengah Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Jawa Tengah Kunjungi Sosmed Kami
Kembali ke Berita Berita Fraksi

Harga Bapok Merangkak Naik Jelang Ramadhan, Aleg Minta Intervensi dan Pengawasan Ketat Pemerintah

Setia Budi Wibowo Dalam FGD Pengentasan Kemiskinan 700x375

Semarang – Menghitung hari jelang awal bulan puasa Ramadhan, harga beberapa bahan pokok eperti beras, mulai merangkak naik. Bahan-bahan seperti beras, cabai, dan gula pasir diketahui telah melampaui harga acuan pembeli (HAP). Untuk diketahui, HAP berbeda dengan harga eceran tertinggi. HAP adalah harga acuan yang digunakan untuk memonitor fluktuasi harga pasar.

Berdasarkan laporan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, harga beras medium tercatat telah melampaui 37,6 persen di atas HAP, beras premium harganya 20,9 persen di atas HAP, cabai merah besar harganya juga 62,6 persen di atas HAP, dan gula pasir 26,2 persen di atas HAP.

Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Setia Budi Wibowo menghimbau Pemerintah Provinisi (Pemprov), Pemerintah Daerah, dan Dinas terkait untuk melakukan intervensi harga.

“Empat bapok ini perlu intervensi harga dari Pemprov, Pemda dan Dinas terkait” ujar Wibowo.

Kendati demikian, Wibowo menyampaikan bahwa Pemprov Jateng telah memastikan stok beras aman bahkan surplus untuk bulan Maret hingga lebaran pada 2024 mendatang. 

Menurut data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, kebutuhan beras rumah tangga di Jawa Tengah pada Maret, mencapai 339.967 ton dan April diprediksi 343.688 ton. Sedangkan ketersediaan beras pada Maret diperkirakan mencapai 564.383 ton, dan April 872.189 ton.

“Pemprov melalui Dinas Ketahan Pangan sudah menjamin stoknya aman, tak perlu khawatir. Karena di beberapa daerah juga sudah mulai memasuki musim panen” jelas Wibowo.

Wibowo menambahkan bahwa Pemerintah juga mulai melakukan upaya stabilisasi dan antisipasi dengan menggelontorkan bantuan beras dan menyalurkan beras stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP). 

Meskipun upaya stabilisasi dan antisipasi dengan bantuan beras tengah dilakukan, Wibowo terus mendorong Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan, bersama Kepolisian Daerah (Polda) guna melakukan pengawasan ketat.

Pengawasan yang dimaksud adalah operasi pasar dan inspeksi mendadak (sidak) gudang distributor, cek harga pasar, dan pemantauan terkait indikasi aksi penimbunan

“Kami tentunya mengapresiasi kerja-kerja Pemerintah dalam melakukan antisipasi dan pengendalian harga bapok. Kedepan kami terus mendorong Pemeirntah dalam hal ini TPID, Satgas Pangan hingga Polda untuk bersama-sama memantau pasar” tutur Wibowo.

Sementara itu, setidaknya terdapat enam komoditas lain yang dilaporkan tengah berstatus waspada.  yaitu telur ayam ras 16 persen di atas HAP, cabai merah keriting 41 persen, bawang putih 23 persen, cabai rawit merah 35,6 persen, minyak 5,7 persen di atas HAP, dan kedelai impor 22,8 persen di atas HAP.

“Ada beberapa bahan pokok juga yang berstatus waspada, ini tentunya penting untuk diperhatikan” tutup Wibowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Dukung Swasembada Pangan Petani Purworejo, Amir Masduki Serahkan Cultivator Bantu Proses Pengolahan Lahan
PKS Jawa Tengah Gelar Akademi Pemimpin Muda Indonesia, Cetak Pemimpin Muda Masa Depan
KING INDO JUARA: Karena yang Bertahan Tak Pernah Benar-Benar Kalah