

Kabupaten Demak – Sejumlah wilayah di Kabupaten Demak masih terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Kendati telah berlalu 10 hari sejak banjir pertama di Kabupaten Demak, namun air bah masih terus menggenangi hingga melumupuhkan jalur pantura. Satlantas Polres Demak, Jawa Tengah (Jateng) mengaku belum berani membuka Jalur Pantura Demak-Kudus meskipun banjir di wilayah tersebut mulai surut, Kamis (15/2/2024).
Hal tersebut dikarenakanam ketinggian air genangan masih sekitar 70 cm, belum aman untuk dilalui kendaraan bermotor. Namun diketahui beberapa motor nekat menerobos genangan tersebut yang akhirnya menyebabkan terperosok hingga terjebak. Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, Arifin Mustofa menuturkan bahwa tindakan tersebut sangatlah berbahaya mengingat adanya korban jiwa akibat terperosok saat berkendara.
“Jalanan yang sudah ditutup oleh Satlantas Polres Demak itu bukan semata-mata tanpa alasan, melainkan karena memang berbahaya. Masyarakat sebaiknya tidak menerobos lagi karena benar-benar beresiko. Selain itu kendaraan yang terjebak juga menyulitkan evakuasi juga mengganggu distribusi bantuan” ujar Arifin.
Dilansir dari Solopos, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mencatat adanya dua orang warga Kabupaten Demak yang meninggal dunia lantaran terperosok saat berkendara dan terpeleset.
Lebih lanjut Arifin memberikan apresiasi yang besar kepada BPBD Jateng yang tengah mengusahakan perbaikan tanggul yang jebol, serta kepada Non-Government Organization yang turut terlibat selama proses evakuasi dan pengiriman bantuan. Kedepan Arifin berharap Pemerintah Kabupaten Demak dapat mempersiapkan potensi terjadinya bencana serupa, lantaran dinamika cuaca saat musim penghujan.
Arifin juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Demak dan sekitarnya untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran Pemerintah dalam penceghan dan penanggulangan bencana.
“Kepada masyarakat untuk terus waspada ya, sebisa mungkin terus mengikuti anjuran pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan bencana” tutup Arifin.
fiki aulia