Logo DPW PKS Provinsi Jawa Tengah Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Jawa Tengah Kunjungi Sosmed Kami
Kembali ke Berita Berita Fraksi

Agung BM: Pariwisata Jateng Potensial Sumbang PAD

20240112150213 IMG 1412 1140x760

Semarang – Geliat ekonomi sektor pariwisata di Jawa Tengah mulai membaik pasca pandemi Covid 19. Tak hanya wisatawan nasional, presentase kunjungan  meningkat tajam hingga 250 persen selama libur Natal dan tahun baru. Tingginya kunjungan turis berpengaruh positif pada pendapatan PAD Jateng. Laporan dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng membuktikan hal tersebut. Pemkot Jateng berhasil menyumbang Rp 52,88 miliar atau sekitar 16,99 persen pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata, terutama di bidang penyedia akomodasi serta makan dan minum.

Penerimaan pendapatan dari sektor daerah perlu menjadi perhatian. Meski sektor pariwisata Jawa Tengah belum menjadi prioritas penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Jawa Tengah. Namun, sektor tersebut terbilang potensial lantaran meningkatnya tren minat wisata masyarakat. Selain itu, beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Solo Raya dan Kudus mengalami lonjakan wisatawan. Kota Solo tercatat melampaui 25% perkiraan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo. Sementara Kudus realisasi PAD mencapai 124 persen atau Rp 3,19 miliar dari target Rp 2,94 yang dibebankan di 2023.

Melihat tingginya potensi tersebut, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, Agung Budi Margono mengungkapkan bahwa promosi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Jawa Tengah perlu digenjot demi membantu peningkatan sumbangsih PAD Jateng.

“Sektor pariwisata Jateng ini kami nilai sangat potensial untuk pendapatan asli daerah sehingga penting untuk didorong promosinya” ujar Agung BM.

Lebih lanjut, Agung BM mendorong Badan Penghubung dan Diporapar Jawa Tengah untuk membuat program untuk menggencarkan promosi dan meningkatkan kualitas sektor pariwisata Jawa Tengah. Kegiatan promosi dapat dilakukan dengan memaksimalkan sarana digital untuk menjangkau market mancanegara yang lebih luas. Sementara itu peningkatan wisatawan lokal melalui gelaran event dan festival berbasis budaya, historis, dan kuliner diharapkan juga ramah dan mudah diakses turis mancanegara.

“Kami terus dorong prommosinya melalui digital untuk menjangkau market mancanegara juga gelaran event atau festival yang tidak hanya berfokus pada wisatawan lokal namun juga ramah dan mudah diakses turis mancanegara” lanjut Agung BM.

Sementara itu, Kepala Disporapar Provinsi Jateng Agung Hariyadi sendiri menargetkan masuknya 60 juta wisatawan masuk ke Jateng pada tahun 2024. Pihaknya berencana mengadaptasi program kegiatan Jakarta Travel Fair untuk meningkatkan kunjungan wisata. Hal tersebut dipertimbangkan mengingat tingginya minat masyarakat dalam paket perjalanan-liburan seperti ziarah dan staycation.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Dukung Swasembada Pangan Petani Purworejo, Amir Masduki Serahkan Cultivator Bantu Proses Pengolahan Lahan
PKS Jawa Tengah Gelar Akademi Pemimpin Muda Indonesia, Cetak Pemimpin Muda Masa Depan
KING INDO JUARA: Karena yang Bertahan Tak Pernah Benar-Benar Kalah