

Semarang – Ada yang menarik perhatian dari catatan tahunan Jawa Tengah. Produksi perikanan terbilang dalam kondisi yang cukup baik. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Kelautan dan Prikanan Jateng atas peran sertanya dalam memajukan perikanan daerah hingga berhasil menyabet penghargaan budidaya terbesar ke tiga se-Indonesia. Volume produksinya budidaya ikan tercatat sebanyak 458.513,77 ton, dan rumput laut sebesar 87.429,85 ton Atas raihan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan penghargaan dalam Rakornas KKP RI Desember lalu.
Kendati mendapatkan catatan produksi yang baik, sayangnya konsumsi produk-produk perikanan Jawa Tengah masih tergolong rendah. Pada Tahun 2023 Konsumsi ikan per orang di Jateng baru mencapai 37,22 kilogram per kapita. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding tingkat konsumsi ikan nasional yang mencapai 55,16 kg per kapita.
Data Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng menyebutkan bahwa jumlah produksi perikanan (tangkap dan budidaya) tahun 2022 mencapai 399.556 ton. Sedangkan kebutuhan ikan konsumsi di Jateng hanya 116.657 ton.
Meskipun data perikanan tersebut mewakili tahun 2022, hanya saja peningkatan konsumsi di Jawa Tengah hanya bertambah sebesar 1,01 persen di tahun 2023.Sehingga dapat disimpulkan bahwa konsumsi ikan di Jawa Tengah masih sangat rendah.
Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Setia Budi Wibowo, mengungkapkan bahwa konsumsi ikan di Jawa Tengah perlu ditingkatkan. Terlebih pada usia anak-anak.
“Produksi ikan di Jateng sudah baik, bahkan jauh melampaui kebutuhan. Salah satunya karena konsumsi ikan di Jateng masih rendah, hanya 37 kilo perkapita. Oleh karena itu konsumsi ikan di Jateng perlu kita dorong, selain untuk memperbaiki gizi juga untuk mensejahterakan nelayan dan pelaku budidaya ikan” jelas Wibowo.
Lebih lanjut, peningkatan pemenuhan protein ikan pada masyarakat dapat menjadi solusi penuruan angka stunting di Jawa Tengah. Data BPS Tahun 2022 menyebutkan bahwa angka stunting di Jawa Tengah masih tergolong begitu besar dengan presentase 21,6%.
“Stunting di Jateng memang terus menurun dari tahun ke tahun, akan tetapi angkanya masih begitu tinggi saat ini. Pemerintah dan swasta kiranya perlu untuk memaksimalkan bantuan asupan protein ikan demi menurunkan angka stunting” lanjut Wibowo.
Wibowo mengungkapkan bahwa konsumsi ikan perlu digenjot, agar masyarakat dapat mempertimbangkan konsumsi protein dari ikan lebih banyak dibandingkan daging ayam ataupun daging merah.
“Pemerintah perlu menggenjot konsumsi ikan masyarakat melalui edukasi, penyuluhan, hingga anjuran kepada instansi dan sekolah untuk menyediakan olahan ikan” ujar Wibowo.