Skip to content

Dorong “Pesantren Go Internasional”, PKS Jateng Minta Pemerintah Perluas Akses Kerja dan Fasilitas bagi 550 Ribu Santri

WhatsApp Image 2026 08 30 at 14.48.55
Photo by Komdigi PKS Jateng

SEMARANG, PKS Jateng Online – Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Tengah mendorong pemerintah merumuskan program “Pesantren Go Internasional” pada momentum peringatan Hari Santri, Kamis (22/10/2026).

Langkah strategis ini dinilai mendesak guna membuka akses lapangan kerja global sekaligus meningkatkan kelayakan fasilitas pendidikan bagi 550 ribu santri di Jawa Tengah.

Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Hadi Santoso, menyatakan bahwa banyak lulusan pesantren setingkat sekolah menengah atas yang membutuhkan perluasan akses dunia kerja.

Menurutnya, pemerintah perlu memberikan terobosan program penyiapan sumber daya manusia (SDM) santri yang setara dengan sekolah kejuruan, dan PKS siap mengawal realisasi kebijakan tersebut.

“Jika pemerintah memiliki program SMK Go Internasional, maka perlu segera dirumuskan bagaimana pesantren juga bisa Go Internasional, terutama dalam perspektif kesiapan SDM para santri lulusan guna menjawab persoalan akses pekerjaan. PKS tentu akan mendukung penuh program ini,”kata Hadi dalam keterangan resminya, Kamis (22/10/2026).

Selain perluasan akses kerja, Hadi menyoroti pentingnya perhatian khusus dari Kementerian Agama untuk merevitalisasi sarana dan prasarana pesantren. Ia menilai gerakan revitalisasi fasilitas yang gencar dilakukan pada sekolah umum juga harus menyentuh lingkungan pesantren.

“Perlu ada perhatian khusus dari Kementerian Agama terkait sarana dan prasarana, terutama fasilitas gedung, MCK, dan sanitasi di lingkungan pesantren. Kontribusi riil santri kepada bangsa harus diiringi keseriusan pemerintah dalam memberikan fasilitas yang layak,”imbuhnya.

Pada aspek tata kelola kelembagaan, PKS Jawa Tengah turut mendukung upaya pemerintah dalam memfasilitasi keterbukaan manajemen pendidikan modern di pesantren.

Transparansi pengelolaan ini dinilai krusial sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi tindak kekerasan maupun pelecehan di lingkungan pendidikan berasrama, sehingga tercipta ruang belajar yang aman dan nyaman.

Komitmen dukungan PKS terhadap penguatan fasilitas dan tata kelola tersebut didasari oleh besarnya kontribusi pesantren terhadap pembangunan daerah.

Saat ini, tercatat lebih dari 5.400 pesantren di Jawa Tengah yang mendidik sekitar 550 ribu santri dengan empat keunggulan utama, yakni akhlaqul karimah (akhlak mulia), penguasaan ilmu, kemandirian, serta adab dan sopan santun.

Tak hanya mencetak SDM berkarakter, ribuan pesantren di Jawa Tengah juga telah bertransformasi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar. Melalui program One Pesantren One Product (OPOP), banyak pesantren kini mandiri mengelola unit usaha koperasi, pertanian, peternakan, hingga merambah industri kreatif dan literasi digital.