
Semarang – Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Agung Budi Margono, S.T., M.T. mengungkapakan bahwa tingginya animo masyarakat untuk memboikot produk yang berafiliasi dengan Israel dapat menjadi momen penguatan industri lokal.
Aksi boikot konsumsi produk-produk pro-Israel gencar dilakukan oleh masyarakat sejak eskalasi konflik Israel dan Palestina akhir-akhir ini. Akibatnya masyarakat kini memiliki kecenderungan untuk beralih membeli produk alternatif dan lokal yang diketahui tidak berafiliasi atau memberikan dukungan nyata kepada Israel.
Agung BM menilai, pembelian produk-produk industri dalam negeri mampu membangun kemandirian serta ketahanan ekonomi nasional, bahkan berdampak pada ekonomi rakyat bawah.
“Aksi boikot produk afiliasi Israel ini memang pilihan masyarakat, namun saya kira pilihan ini bisa menjadi momen penguatan industri lokal. Masyarakat bisa mulai mengoptimalkan konsumsi produk lokal, sehingga industri lokal-pun dapat bangkit. Nilai positifnya adalah kemandirian pangan” Ungkap Agung BM.
Lebih lanjut, Agung BM juga menjelaskan bahwa pergeseran pilihan konsumsi ke industri lokal dapat membantu Pemerintah dalam pengetatan barang impor.
“Dampak positif lainnya, dapat membantu Pemerintah dalam pengetatan arus barang yang masuk ke Indonesia” Lanjut Agung BM.
Beragam bentuk dukungan terhadap Palestina memang gencar dilakukan oleh masyarakat baik di sosial media maupun aksi secara langsung. Terlebih dengan dikeluarkannya Fatwa MUI No. 83/2023 tentang Hukum Dukungan Terhadap Perjuangan Palestina. Kendati tak serta-merta meminta masyarakat untuk memboikot produk tertentu, namun MUI tegas mengharamkan dukungan terhadap Israel baik secara langsung ataupun tidak langsung.