
CILACAP, PKS Jateng Online – Bencana tanah longsor yang menimpa permukiman warga di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Kamis (13/11/2025) malam, memasuki hari ketiga operasi pencarian korban.
Fokus tim gabungan pada Sabtu (15/11/2025) tertuju pada upaya evakuasi korban yang tertimbun di dua dusun, yakni Tarukan dan Cibuyut. Dalam aksi kemanusiaan tersebut, Relawan Kemanusiaan Partai Keadilan Sejahtera (RKPKS) Barlingmascakeb turut mengerahkan puluhan personel untuk bergabung dalam tim pencarian korban dan menyalurkan bantuan logistik.

Koordinator RKPKS, Tugiman, melaporkan bahwa timnya berkolaborasi bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) dan unsur relawan lainnya di lokasi bencana.
“Sebanyak 54 personel PKS dari Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Santika Cilacap diterjunkan dan disebar di semua sektor pencarian,”kata Tugiman, Sabtu siang.
Aksi gabungan tersebut membuahkan hasil, di mana hingga pukul 15.30 WIB pada Sabtu, ditemukan tujuh korban meninggal dunia (MD) yang terdiri atas dua laki-laki dan lima perempuan.
Selain membantu dalam operasi evakuasi, PKS juga menyalurkan bantuan langsung kepada warga yang terdampak. Bantuan tersebut diserahkan ke posko desa, termasuk sumbangan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS setempat dan sembilan bahan pokok (sembako) dari Anggota Legislatif (Aleg) DPR RI, Yanuar Arif.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa tim gabungan terus bekerja intensif. Ia menyebutkan fokus utama saat ini adalah memastikan semua korban berhasil ditemukan.

“Saat ini fokus tim adalah pencarian korban. Dua lokasi pencarian ada di Dusun Tarukahan dan Cibuyut,” ungkap Bergas. Pencarian dilakukan setiap hari mulai pagi pukul 07.00, setelah rapat koordinasi tim gabungan.
Meskipun tujuh korban ditemukan pada hari Sabtu, jumlah total warga yang masih belum ditemukan per pukul 14.00 WIB di hari yang sama tercatat sebanyak 14 orang.
Bencana longsor ini terjadi setelah hujan deras dan langsung menimpa area permukiman, menuntut pengerahan petugas gabungan dan relawan sejak malam kejadian untuk mengevakuasi para korban yang tertimbun.
(DePe)