Logo DPW PKS Provinsi Jawa Tengah Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Jawa Tengah Kunjungi Sosmed Kami
Kembali ke Berita Berita Fraksi

Temuan 1.480 Kasus HIV Solo, Setya Arinugroho Desak Intervensi Segera: Ancam Kesejahteraan Sosial dan Generasi Muda!

0a6a1890 (1)

Solo – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Setya Arinugroho menyoroti temuan kasus HIV/AIDS di Kota Solo yang mengkhawatirkan. Dirinya menyebut kasus tersebut bukanlah persoalan kesehatan semata, namun juga menyangkut masa depan generasi muda, dan kesejahteraan sosial.

Data terbaru mencatat bahwa hingga pertengahan tahun 2025, kasus HIV/AIDS di Solo telah menembus angka 1.480. Kasus ini secara umum didominasi oleh kaum lelaki dan kelompok rentan seperti High Risk Man (pelanggan), transgender, pemakai narkoba suntik, dan PSP (Pekerja Seks Perempuan).

Sementara itu, data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo menunjukkan, dari 1.480 kasus HIV yang tercatat hingga Juni 2025, sebanyak 689 orang telah berkembang menjadi AIDS, dan 186 di antaranya meninggal dunia.

Menyoroti tingginya temuan tersebut, Setya Ari mengaku prihatin. Dirinya menegaskan bahwa kasus ini tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, namun juga ancaman terhadap kesejahteraan sosial.

“Saya pribadi sangat prihatin atas tingginya [kasus HIV/AIDS]. Kasus tersebut tak hanya menjadi persoalan kesehatan semata, namun juga kesejahteraan sosial,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lelaki Seks Lelaki (LSL) termasuk salah satu kelompok yang paling berisiko di antara populasi yang terdampak penularan HIV/AIDS. Komisioner KPA Solo, Tommy Pranoto, sebelumnya menjelaskan bahwa LSL termasuk dalam lima kelompok populasi kunci yang rentan tertular dan menularkan.

Setya Ari menyatakan upaya penjangkauan dan penanggulangan menjadi tantangan tersendiri lantaran secara fisik, individu dengan orientasi LSL sering kali sulit diidentifikasi karena mereka tampak seperti laki-laki pada umumnya dan masih berbaur dengan masyarakat.

“Kalau untuk LSL ini memang upaya penjangkauannya dan penanganannya tidak mudah, karena pribadi LSL sulit sekali diidentifikasi”

Menyikapi kompleksitas kasus dan tantangan penanganan, Setya Arinugroho mendesak agar Pemerintah Kota Solo dan pihak terkait segera merumuskan dan mengambil langkah penanggulangan yang lebih strategis dan berfokus pada pencegahan.

“Untuk itu, diperlukan program yang lebih konkret dan sinergi lintas sektor. Pemerintah harus memperkuat edukasi dan upaya penjangkauan yang lebih efektif kepada kelompok berisiko ini. Kasus ini harus ditangani dengan serius agar tidak mengancam masa depan generasi muda di Solo,” tegasnya, menekankan pentingnya intervensi di luar ranah kesehatan untuk melindungi masyarakat.

Tingginya kasus di Solo tersebut sejalan dengan tren di tingkat provinsi. Menurut data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, hingga pertengahan tahun 2025 tercatat 3.028 kasus HIV/AIDS baru di seluruh Jawa Tengah. Kasus baru ini didominasi oleh pria dengan presentase sebesar 70,6%.

Secara keseluruhan, Pemprov Jawa Tengah juga mencatat ada sekitar 22.410 orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) dalam periode yang sama. Data ini menekankan perlunya sinergi lintas sektor dan penguatan upaya pencegahan, edukasi, dan penanggulangan untuk menekan laju penyebaran infeksi virus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Dukung Swasembada Pangan Petani Purworejo, Amir Masduki Serahkan Cultivator Bantu Proses Pengolahan Lahan
PKS Jawa Tengah Gelar Akademi Pemimpin Muda Indonesia, Cetak Pemimpin Muda Masa Depan
KING INDO JUARA: Karena yang Bertahan Tak Pernah Benar-Benar Kalah