WONOGIRI – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, pada Sabtu (19/07/2025). Kehadiran Almuzzammil disambut hangat oleh para kader partai yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Wonogiri menjadi daerah terakhir yang dikunjungi dalam rangkaian agenda safari politik Presiden PKS di Jawa Tengah. Dalam kunjungannya, ia menyampaikan materi pendidikan politik kepada para kader sekaligus menekankan pentingnya memperkuat nilai-nilai perjuangan di tengah masyarakat.

Dalam pidatonya, Almuzzammil menyampaikan konsep “Lima Rumah Perjuangan” yang menurutnya merupakan pilar penting yang perlu dijalankan oleh setiap kader. Ia menjelaskan bahwa perjuangan politik bukan hanya dilakukan di parlemen atau ruang publik, tetapi juga dimulai dari ruang-ruang paling terkecil dalam kehidupan.
“Saya merangkum visi dan misi kepengurusan dalam Lima Rumah Perjuangan tersebut. Harapannya para kader baik di pelosok maupun di kota bisa menjalankannya” ujarnya.
Pertama, ia menekankan pentingnya membangun rumah tangga yang harmonis dan terdidik. Keluarga harus menjadi pondasi utama perjuangan seorang kader, sebagaimana teladan rumah tangga Rasulullah SAW dan Nabi Ibrahim AS yang dipenuhi nilai-nilai keteladanan dan keteguhan iman.
Kedua, Almuzzammil juga mengajak kader untuk memakmurkan rumah ibadah, khususnya masjid.
“Peran kader di tengah masyarakat harus tercermin dalam kepedulian terhadap kehidupan keagamaan, dengan cara bersinergi dan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing, tanpa harus merasa memiliki atau mendominasi.” tambahnya.
Konsep rumah perjuangan berikutnya adalah rumah kebangsaan. Dalam konteks ini, ia mengajak seluruh kader untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara utuh dan menyeluruh. Menurutnya, orang yang bertakwa adalah sosok paling manusiawi dan beradab, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 31 Ayat 3 UUD 1945, yang menegaskan pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
Selanjutnya adalah rumah partai. Ia mengingatkan bahwa pada tahun 2029 mendatang, seluruh partai politik memiliki kesempatan yang sama untuk mencalonkan presiden, sehingga momentum tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi bangsa dan negara.

“Di tahun politik selanjutnya yakni 2029, setiap partai politik diperbolehkan mencalonkan presiden dari partai mana saja. Maka manafaatkan momentum tersebut dengan sebaik baiknya agar kita bisa berkontribusi lebih” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Bang Jamil itu juga menyoroti pentingnya kontribusi kader dalam bidang kemanusiaan. Menurutnya, kader PKS harus turut berperan dalam menyikapi persoalan sosial, baik di dalam negeri maupun pada level internasional. Ia menegaskan bahwa solidaritas terhadap isu-isu global, seperti perjuangan rakyat Palestina, harus menjadi bagian dari komitmen kemanusiaan partai.
“Ke depan akan ada banyak kesempatan bagi kita untuk berkontribusi besar, sehingga kita perlu menguatkan pondasi serta menguatkan karakter kita yang terangkum dalam lima rumah perjuangan tadi” ungkap Almuzzammil.
Terakhir, ia menekankan kepemimpinan yang berbasis pada kecerdasan kolektif. Dalam konteks ini, ia menyontohkan kepemimpinan Rasulullah SAW yang menghimpun gagasan dari para sahabatnya untuk membentuk keputusan yang bijak dan inklusif. Ia mengajak seluruh kader dan anggota legislatif untuk meneladani prinsip tersebut dalam menjalankan kepemimpinan yang kolaboratif dan visioner.
“Sebagai seorang pemimpin kita harus mencontoh Rasulullah yang menegakan sistem kepemimpinan dengan kecerdasan kolektif, menggabungkan seluruh kecerdasan dan pemikiran sahabat sahabat begitu juga menjadi seorang pemimpin di masyarakat” tegas Presiden PKS itu.
(nisa rhmh)
