
Salatiga – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ida Nurul Farida, menegaskan pentingnya pendampingan terpadu dalam program graduasi kemiskinan yang saat ini menyasar 1.278 desa di Jawa Tengah. Menurut Ida, intervensi ini bukan hanya soal distribusi bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat benar-benar mampu keluar dari garis kemiskinan dan mandiri secara ekonomi.
“Kunci keberhasilan program graduasi kemiskinan adalah pendampingan yang berkelanjutan, edukasi, dan penguatan kapasitas keluarga miskin agar mereka bisa benar-benar mandiri,” ujar Ida.
Sebagai anggota Komisi E yang membidangi kesejahteraan rakyat, Ida menyoroti perlunya sinkronisasi program antarinstansi dan peningkatan akurasi data penerima manfaat. Hal ini penting agar program seperti PKH, BPNT, dan bantuan modal usaha tepat sasaran dan memberi dampak nyata.
Ida juga mendorong agar desa-desa sasaran graduasi kemiskinan diperkuat melalui pelatihan keterampilan, pemberdayaan perempuan, serta kerja sama dengan BUMDes dan koperasi desa. Langkah ini diyakini dapat membuka lebih banyak lapangan kerja lokal dan memperkuat ekonomi desa.
“Kami di Komisi E berkomitmen untuk terus mengawal dan memantau pelaksanaan program ini, sehingga hasilnya bukan hanya penurunan angka kemiskinan di atas kertas, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.
Dengan pendekatan berbasis data, pendampingan intensif, dan sinergi lintas sektor, program ini diharapkan dapat menciptakan perubahan nyata di ribuan desa di Jawa Tengah.