

Magelang – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Jateng Tahun Anggaran 2023, Agung Budi Margono, S.T., M.T. bersama rombongan berkunjung ke DPRD Kota Magelang untuk mendapatkan data dan informasi terkait pembahasan LKPj Gubernur Tahun 2023, Rabu (8/5/2024)
Agung Budi Margono selaku Ketua Pansus X menjelaskan, kunjungannya ke daerah-daerah untuk memperdalam program-program pemerintah yang belum tercapai selama 2023. Masalah stunting dan kemiskinan di Magelang masih menjadi permasalahan serius yang belum bisa tertangani secara tuntas.
“Kota Magelang sebenarnya banyak program yang belum tuntas. Stunting dan kemiskinan, termasuk didalamnya permasalahan soal RTLH. Juga persampahan, mengingat Kota Magelang belum memiliki tempat pembuangan akhir. Maka apa yang bisa menjadi bahan evaluasi LKPj,” ucapnya.
Dilansir dari laman resmi DPRD Provinsi Jawa tengah, Asisten I Pemkot Magelang Marianto menyebutkan bahwa Magelang turut berkontribusi dalam pembangunan Jateng. Dilaporkan bahwa pembangunan manusia atau IPM naik dari 6,19 menjadi 7,10. Sementara itu, jumlah angka pengangguran pun turun dari 6,71 ke 5,25. Kemudian Magelang sendiri memiliki program ceting emas dengan sasaran bayi dua tahun dan bayi lima tahun (balita) yang terindikasi stunting.
Pada akhir diskusi, Agung Budi Margiono yang juga merupakan Aanggota Komisi A menyampaikan bahwa Kota Magelang sudah memiliki kemandirian keuangan yang cukup baik. Oleh karena itu, Dirinya berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Magelang dapat memaksimalkan indikator pemberdayaan masyarakat penuntasan kemiskinan di Kota Magelang hingga dapat dijadikan percontohan oleh kabupaten/kota lain sampai provinsi.