
BANJARNEGARA, PKS Jateng Online – Bencana tanah longsor yang menimpa Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, mendorong Relawan Kemanusiaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah untuk bergerak cepat, sesuai dengan moto partai peduli dan merakyat.
Relawan PKS kini secara terjadwal mengirimkan 30 personel setiap hari untuk membantu penanganan bencana.
Diketahui, bencana alam yang terjadi pada Sabtu, (15/11/2025) sore ini diakibatkan oleh hujan deras yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam dan menyebabkan tebing di hutan pinus longsor dan menimpa permukiman warga di RT 01 s.d. RT 04, RW 03, Dusun Situkung, Desa Pandanarum.
Koordinator Relawan Kemanusiaan DPW PKS Jateng, Endy Kurniawan, menjelaskan bahwa timnya telah membangun posko dan dapur umum di sekitar Situkung, Pandanarum, untuk menampung pengungsi dan menyalurkan bantuan.
“Seperti halnya yang sudah kita lakukan di Majenang, Cilacap, dalam hal ini Relawan Kemanusiaan PKS Jawa Tengah, kita juga menggalang bantuan, menggalang bantuan donasi, dan sudah kita serahkan dalam bentuk sembako alakadarnya kepada teman-teman pengungsi. Kita juga buat posko dapur umum,”kata Endy, saat dikonfirmasi PKS Jateng Online, Selasa (18/11/2025).

Pengiriman tim relawan PKS dilakukan secara terjadwal, dimulai sejak Minggu (16/11) hingga 24 November 2025. Personel yang dikirim merupakan kader terbaik PKS dalam penanggulangan bencana, gabungan dari DPD di sekitar Barlingmascakeb, Kedu Raya, Semarang Raya, dan Pekalongan Raya.
Saat ini, kebutuhan mendesak yang disalurkan kepada sekitar 800-an masyarakat terdampak meliputi logistik permakanan, selimut dan matras, higiene kit, family kit, kids ware, dan air mineral. PKS memastikan posko tersebut akan terus terkoordinasi dengan potensi SAR gabungan lain, termasuk BPBD dan BASARNAS, untuk mengoptimalkan penanganan bencana.
Endy mengungkapkan insiden tersebut mengakibatkan kerugian materiil dan korban jiwa. Sebanyak 26 jiwa diduga masih tertimbun longsor, termasuk warga yang sedang berada di hutan saat kejadian mendadak tersebut.
Endy menjelaskan, timnya telah berkoordinasi dengan unsur potensi SAR gabungan, termasuk BPBD dan BASARNAS. Mereka telah membagi wilayah pencarian menjadi tiga titik (worksite A, B, C) untuk evakuasi.
“Tetapi karena memang medan itu tidak memungkinkan oleh tim asesmen BPBD, maka relawan yang sudah berada di titik nol, di TKP titik nol, itu dalam proses rescue diminta untuk balik kanan, karena jam 12, tadi perkiraannya kurang lebih jam 12, sudah mendung, rintik-rintik hujan yang itu menjadi pertanda bahaya, membahayakan relawan sendiri,”jelas Endy.
Keputusan untuk menunda rescue demi keselamatan relawan ini diambil karena potensi longsor susulan yang sangat tinggi. PKS mengimbau masyarakat untuk terus berdoa agar para korban yang hilang dapat segera ditemukan.
(Panji Anom Kaliwinong)