Inspirasi Hijrah : Sulit Bikin Solid

img

 

Ya. Seperti kisah seorang pendoa. Ya Allah, ketika kumohon kepada Engkau kekuatan, engkau pun memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat.

 

Sulit itu bikin solid. Seperti dalam Perang Badar, 313 orang pasukan kaum Muslimin harus berhadapan dengan 1000 pasukan orang-orang kafir.

Secara logika jumlah kecil itu sulit mengalahkan jumlah yang besar. Namun, jika Allah menghendaki, mengizinkan dan meridhai semua bisa terjadi.

Kesulitan itu membuat kita memusatkan potensi, energi, kekuatan, perhatian, strategi agar fokus dan kuat. Lalu bagaimanakah agar kesulitan berubah menjadi api soliditas?

  1. Rasulullah saw dan para shahabat melakukan musyawarah dalam mengambil keputusan, di antaranya ketika hendak menentukan tempat strategis untuk berperang dengan menguasai sumur-sumur di Badar.
  2. Sesulit apapun kita akan kuat jika kita meneguhkan diri dalam menjaga kewajiban, menjaga komitmen dan perjanjian. Semua bekerja sesuai peran masing-masing.
  3. Meski sulit, jumlah yang hanya sedikit 313 orang, tapi bila kita mengelola keterbatasan dengan cerdas, cermat, dan akurat maka akan bisa melawan kesombongan yang besar dan angkuh sehingga runtuh dan jatuh.
  4. Mengelola kinerja dengan strategi yang jitu yakni ada pembagian tugas yang baik dan disiplin di posnya masing-masing sehingga semua merasa berharga dan tidak ada yang merasa paling berjasa. Meski demikian sifat asli manusia pasti muncul pada saatnya.
  5. Senantiasa mengembalikan segala urusan kepada Allah dan Rasul-Nya ketika terjadi perselisihan sehingga benar-benar solid dan tidak keluar dari orientasi awal mula perjuangan, yakni hanya mencari keridhaan Allah.

Kesulitan ekonomi membuat Nabi Yusuf alaihis salam melakukan perencanaan strategis hingga dua kali tujuh tahun ke depan sehingga rakyat bisa terselamatkan.

Kesulitan adalah anugerah. Meniscayakan muhasabah. Mengharuskan berbenah. Mewajibkan menata langkah. Meniadakan sikap gegabah. Dan itu membuat kita kuat.

Ubah kesulitan jadi karya brilian

Seorang khatib Jumat melihat jamaah ngantukan, maka dia buat khutbah singkat sehingga jamaah belum sempat menempatkan diri untuk mencari tempat yang nyaman untuk ngantuk, khutbah sudah selesai. Khatib cerdas dan nyunnah itu yang pendek khutbahnya dan panjang shalatnya.

Untuk menghukum jamaah yang sering telat ini juga efektif. Ketika mereka baru datang, shalat sudah selesai. Shalat Jumat kok masbuk. Terlalu.

Bila kita cerdas, khatib bisa meniatkan dirinya membina umat setiap pekan dengan kedalaman pemahaman. Materi khutbah dirangkai jadi karya. Bisa membentuk pola pikir umat. Bisa mendidik lebih baik. Mengantar kepada kebangkitan dan kemenangan. Satu kali melangkah sekaligus cetak sejarah.

Guru mendidik dengan keteladanan. Ditulis. Menginspirasi dengan kisah, dibukukan. Menasihati dengan hikmah, diabadikan. Sehari satu kisah, setahun 300 kisah. Diklasifikasikan dalam 10 karakter misalnya kejujuran, keikhlasan, keberanian, ketangguhan, kesabaran, dan seterusnya. Sulit jalan melejit.

Seorang chef atau juru masak mengumpulkan resep khas, dikemas unik dan menarik jadi amal jariyah di bidang kuliner halal dan thayyibah. Berdakwah lewat makanan, dakwah lezat rezeki meningkatkan omzet melesat, umat selamat, akhirat didapat. Mau? Cari masalahmu.

Dokter punya pengalaman praktek, kaya intelektual, profesional dan spiritual, kenal banyak penyakit, pahami tandanya, cermati gejala, temukan obatnya, tulis dalam jurnal jadilah karya monumental dan fenomenal. Dokter akhirat. Berobat dengan taat syariat.

 

Diam tanpa pembelaan itu sia-sia dan hidup tanpa perjuangan itu memalukan.

 

Kesulitan itu anugerah pembawa berkah. Di situ akan nampak pemenang dengan pecundang.

Orang yang sukses memiliki mimpi untuk diwujudkan, bangun bergerak dan menang. Masalah pun selesai. Sedangkan orang gagal hanya memiliki khayalan yang mudah hilang. Habis bangun, dia tidur lagi dan lagi. 

Orang sukses segera bangun dari mimpi dan segera beraksi, sedangkan orang gagal terus bermimpi tidak bangun-bangun. Mimpi terus kapan kerjanya?

Orang sukses berpikir untuk memberikan yang terbaik yang bisa dilakukan dan diberikan, sedangkan orang yang gagal terus meminta dan menuntut kepada orang lain.

Orang sukses mengatakan, “Sebagaimana engkau memperlakukan begitu pula engkau akan diperlakukan.” Sedangkan orang gagal mengatakan, “Tipulah orang sebelum dia menipumu.”

Orang sukses menikmati pekerjaan dan memandangnya sebagai harapan. Sedangkan orang gagal merasakan pekerjaan sebagai beban, siksaan, keterpaksaan dan hukuman.

Orang sukses menata dan menatap masa depan dengan mengisi hari ini dengan prestasi. Orang gagal terus dihantui masa lalu yang menyedihkan, masa depan yang bingung menggalaukan serta masa kini yang menggelisahkan.

Orang sukses menciptakan peristiwa dan sejarah. Sedangkan orang gagal diciptakan oleh peristiwa. Orang sukses bisa mengambil pelajaran, orang gagal adalah orang yang terus menerus diambil kegagalannya.

 




Ditulis Oleh : Solikhin, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jawa Tengah