Dewan Minta Pemprov Genjot Vaksinasi di 12 Daerah Naik Level PPKM

img

arifin mustofa, ketua fraksi PKS DPRD Jateng

Semarang, PKS Jateng Online - Ketua Fraksi PKS DPRD Jateng Arifin Mustofa meminta Pemprov Jawa Tengah untuk memberikan fokus penanganan COVID-19 ke 12 daerah yang naik dari level 2 ke level 3 PPKM. Salah satu penanganan yang bisa dilakukan adalah dengan memperbanyak sentra vaksin di daerah tersebut.

Menurut Arifin vaksinasi menjadi penting karena hal tersebut menjadi indikator leveling di PPKM. Dan ia menilai sejauh ini program vaksin cukup mampu menekan angka COVID-19 di Jawa tengah.

“Berdasarkan informasi dari kepala dinas kesehatan provinsi jateng, vaksinasi menjadi indikator tingkatan level (PPKM) suatu daerah. Dan sejauh ini cukup mampu menekan angka COVID-19,” Ujarnya. “sehingga pemprov jateng harus memperluas jangkauan vaksinasi di daerah-daerah yang naik level tersebut,” Lanjutnya.

Dalam pengumuman perpanjangan PPKM, 12 daerah di Jawa Tengah naik dari level 2 ke level 3 PPKM. Adapun daerah tersebut adalah Temanggung, Rembang, Pemalang, Pati, Kudus, Kota Pekalongan, Banjarnegara, Kabupaten Pekalongan, Jepara, Grobogan, Blora dan Kabupaten Batang.

Selain itu, Anggota Komisi D DPRD Jateng ini pun tetap mengapresiasi kinerja pemprov serta pemda-pemda yang berhasil menurunkan daerahnya dari level 3 ke level 2 PPKM seperti Wonogiri, Sukoharjo, Sragen, Surakarta,
Klaten, Karanganyar, dan Boyolali.

Iapun meminta kepada daerah-daerah tersebut untuk tidak mengendurkan vaksinasi, serta penanganan COVID-19.

“Secara umum angka kasus COVID-19 di Jateng terus menurun, tapi kita jangan lengah. Jangan kendurkan penanganan COVID-19, tetap lakukan vaksinasi. Harapan kita bersama daerah Jawa Tengah bebas sepenuhnya dari COVID-19,” Pungkasnya.

Kasus COVID-19 di Jawa Tengah sendiri terus mengalami penurunan, penurunan. Berdasarkan data dari Pemprov Jawa Tengah, sampai dengan bulan agustus lalu angka positifity rate Jateng turun dari 31,15 persen pada minggu ke-30 menjadi 26,07 pada minggu ke-31. Sementara dari sisi bed occupancy rate, terjadi penurunan baik di ICU maupun isolasi.