ZUBER SYAFAWI, HARI-HARI HUSNUZHAN BILLAH

img

H. Zuber Safawi

Oleh : Cahyadi Takariawan


Berteman denganmu, serasa kau ajak aku memasuki dunia salafuna ash-shalih zaman dulu.

Engkau memulai hidup berumah tangga dengan sangat sederhana.

Berpindah dari satu rumah ke rumah lain --yang dipinjamkan orang-orang baik di sekililingmu. Menikmati hidup dengan selalu husnuzhan pada Allah.

Tidak bisa mengendarai motor dan mobil. Kau tak suka memiliki baramg-barang duniawi. Bagimu, hidup ini simpel. Jangan.mempersulit diri.

Berkegiatan dakwah bersamamu sejak awal 1990. Berkeliling dari satu wilayah ke wilayah lain, aku semakin mengenali kepribadianmu.

Berteman denganmu seperti interaksi dengan sufi, layaknya Imam Al Ghazali, Hatim Al-Asham atau Syaqiq Al-Balkhi.

Aku banyak menyaksikan keajaiban dalam kehidupanmu. Allah selalu hadir dalam setiap langkahmu. Allah hadir di rumahmu.

Hidupmu adalah ajaib bagiku. Allah hadirkan dirimu untuk contoh banyak manusia modern yang serakah dan materialis.

Tak suka mengeluh tentang kehidupan. Tak suka menumpuk harta. Bagimu, hidup harus bermakna. Memberi, bukan meminta.

Tak ada posisi atau jabatan yang kau inginkan, kecuali menjadi hamba Allah yang dicintaiNya. Saat engkau diberi amanah, engkau lakukan dengan sepenuh hati.

Saat amanah itu diambil kembali --padahal belum usai-- engkaupun serahkan lagi. Tak ada sakit hati. Tak ada konspirasi. Hidupmu selalu bersih hati.

Hari-hari husnuzhan billah. Bahwa semua ketentuan Allah itu terbaik. Itu pelajaran yang engkau tanamkan padaku.

Maka akupun yakin itu. Ketentuan Allah pasti terbaik bagi hambaNya.

Termasuk siang ini. Saat anakmu mengirim kabar kepadaku, engkau tengah ditalqin di bangsal rumah sakit. Aku yakin itu terbaik bagimu.

Saat berbagai grup ramai mengabarkan kepergianmu. Aku yakin engkau ridha dengan sakit yang bertahun-tahun. Aku yakin engkau ridha dengan batas usia yang ditetapkan Allah Ar-Rahman.

Saat kami semua menangis atas kepergianmu, aku yakin engkau tersenyum menyambut panggilan Ilahi.

Engkau telah habiskan waktu untuk ketaatan. Engkau telah habiskan waktu untuk kebaikan. Engkau telah habiskan waktu untuk kebermanfaatan.

Semua orang yang mengenalmu menyaksikan kebaikanmu. Husnul khatimah adalah akhir hidupmu.

Insyaallah.