img

RKI sarana Pembangun Keluarga berkualitas di Jawa Tengah

img

Suminah, S.Ag., M.Si (Ketua BPKK DPW PKS Jateng)

Semarang, PKS Jateng- Bidang Perempuan dan Katahanan Keluarga  (BPKK) DPW PKS Jateng berkomitmen untuk peduli ketahanan keluarga di Jawa Tengah. Hal ini disampaikan Ketua BPKK Suminah, dalam rangkaian Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PKS Jateng pada 2-3 April 2021 di Hotel Patra Semarang.

Ketua BPKK Suminah menyatakan,  “Rumah Keluarga Indonesia atau RKI ini akan menjadi garda terdepan program PKS dalam menciptakan ketahan keluarga, mewujudkan keluarga yang berkualitas menjadi tujuan utama penguatan ketahanan keluarga”.  Melalui RKI ini, BPKK akan memperluas layanan sosial kepada keluarga Indonesia khususnya di Jawa Tengah, seperti adanya Konsultan Keluarga, seminar dan pelatihan-pelatihan lainnya yang menunjang program tersebut. Suminah juga menyampiakan, “Salah satu program yang tahun kemarin juga sudah ada yakni layanan konsultasi dan konseling keluarga, tahun ini  masih akan kita lanjutkan. Apalagi masih di situasi pandemi seperti ini, RKI siap menemani perempuan Jaw Tengah mewujudkan ketahanan Keluarga.” Tegasnya.

RKI ini memiliki beberapa program lainnya, seperti RKI peduli, contohnya ada Jumat Berkah. Program lainnya ada juga silaturrahim tokoh, dan juga memberikan penghagaan atau hadiah kepada tokoh perempuan berprestasi, dengan tujuan mengapresiasi  prestasi tokoh perempuan tersebut. “Sudah ada tahun kemarin, sekarang kita lanjutkan. Misalnya penghargaan kepada atlit perempuan, dan juga perempuan pengusaha. Dari sana kader kita bisa banyak belajar dari tokoh perempuan penggerak masyarakat.” Lanjut Suminah

Menurut Suminah, RKI merupakan kegiatan yang terhubung langsung ke masyarakat. RKI ini khusus untuk program pelayanan masyarakat. RKI Peduli itu bentuk layanan langsung kepada masyarakat. Ada juga program dari sub bidang Pembinaan Keluarga Sejahtera, yang berkaitan dengan program-program pemberdayaan yang khusus membahas seputar parenting, sosialisasi tentang berbagai hal yang dibutuhkan masyarakat, misalnya tentang kesehatan, serta pelatihan-pelatihan tentang keterampilan lainnya. “Kami berharap, pelayanan yang kami berikan secara langsung untuk masyarakat ini, bisa dilaksanakan terus menerus dan bekesinambungan’, terang Suminah.  

Suminah juga berharap RKI ini menjadi top mind di masyarakat.  BPKK juga  akan berkomunikasi dengan tokoh maupun organisasi dan komunitas. Targetnya untuk tingat provinsi ada 10 tokoh. BPKK juga memiliki strategi dan target di periode kengurusannya kali ini. Ia menargetkan bertambahnya anggota pendukung. Target dari nasional sendiri adalah sejumlah satu juta anggota pendukung. Pada  tahun 2021 ini, jumlah  tersebut di breakdown lagi ke bawah per kabupaten/ kota penambahan anggota sebanyak 110 anggota pendukung. Suminah juga menambahkan, “BPKK juga memiliki target rekrutmen, dan target rekruitmen ini juga dilakukan salah satunya lewat RKI”, lanjut Suminah.

BPKK juga mendorong untuk adanya penokohan kepada para tokoh perempuan,  untuk istri pejabat publik, maupun fungsionaris DPD dan DPC, dan juga tokoh-tokoh yang menjadi pelopor desa. Penokohan ini diiringi dnegan peningkatan kompetensi yang dilakukan melalui diklat, “polanya itu nanti ada sekolah politik perempuan,  kami akan sinergi dengan bidang pemenengan pemilu, secara kompetensi mereka ditingkatkan kapasitasnya, kemudian panggungnya juga jelas, kita siapkan tim yang support”, terang Suminah. Untuk strategi penokohan tersebut BPKK akan  membuat sekolah perempuan PKS, yang akan diiisi dengan pengembangan kompetensi yang esensial, seperti komukasi, interpersonal skill, kajian rutin, yang juga akan diikuti oleh fungsioaris atau kader penggerak.