img

Optimalisasi BUMD Pemprov dapat mendorong percepatan investasi di Masa Pandemi Covid 19

img

anggota Komisi C DPRD Jawa Tengah, Agung Budi Margono

Semarang, PKS Jateng Online - Anggota Komisi C DPRD Jawa Tengah Agung Budi Margono, Dorong pemerintah provinsi jawa tengah untuk mengoptimalkan peran BUMD khususnya di sektor investasi untuk meningkatkan perekonomian Jawa Tengah, “Optimalisasi peran BUMD diperlukan untuk mendukung peningkatan reaslisasi investasi dan pendapatan daerah Jawa Tengah, dengan begitu diharapkan perekonomian Jawa Tengah meningkat” Ujarnya.

Tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi semua kalangan karena adanya pandemi COVID-19, tidak terkecuali pemerintah provinsi Jawa Tengah. Ini bisa terlihat dari pertumbuhan ekonomi jawa tengah yang berada diangka -2,65%. Maka dari itu diperlukan berbagai upaya untuk mengembalikan gairah perekonomian di Jawa Tengah

Anggota Komisi C DPRD Prov Jawa Tengah Agung Budi Margono mengatakan pemerintah provinsi jawa tengah fokus pada penanganan peningkatan perekonomian pasca COVID-19. Tahun 2020 Pertumbuhan ekonomi Jawa Tangah turun menjadi -2,65%. “Tahun 2020 perekonimian Jawa Tangah turun diangka -2,65%, kami mendorong pemprov Jawa Tengah untuk focus Dalam penanganan peningkatan perekonomian pasca pandemi COVID-19”, ujar pria yang akrab disapa Agung BM ini.

Agung juga menyinggung soal meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran di Jawa Tangah. “Angka Kemiskinan dan Tingkat Pengangguran Naik. Kemiskinan mencapai 4,12 jt jiwa atau meningkat 0,43 % poin menjadi 11,84 %. Sementara Pengangguran di Jawa Tengah mencapai 6,24 % atau sebanyak 18,75 juta orang.” Paparnya.

Agung menambahkan, sektor yang paling terdampak akibat COVID-19 ini adalah Transportasi, Jasa, dan Akomodasi serta makanan minuman. Sedagankan sektor yang masih tumbuh positif adalah Informasi dan Komunikasi, Kesehatan, dan Pertanian. “Jika melihat struktur pembentuk, maka sektor yang paling terdampak adalah Transportasi, Jasa, dan Akomodasi serta makanan minuman. Sementara sektor yang masih tumbuh positif atau tidak terdampak adalah informasi dan komunikasi, Kesehatan, dan Pertanian.” Tambahnya.

Agung mengatakan angka-angka di atas menjadi sebuah catatan yang perlu penyikapan secara serius. “Angka-angka tadi menjadi catatan serius, bagaimana menyikapi hal ini di tahun 2021, mengingat saat ini pandemik masih ada, dan Vaksinasi belum semua/ masih bertahap.” Ujarnya.

Selain itu agung menambahkan beberapa hal kepada pemerintah dalam upaya peningkatan perekonomian Jawa Tengah, di antaranya adalah sinergisitas antara pemerintah dan dunia usaha untuk mendorong pengembangan investasi. Kemudian pengembangan digital investment promotion, serta penyempurnaan layanan perizinan.

“Sinergisitas antara pemerintah dengan dunia usaha diperlukan, supaya investasi berkembang di Jawa Tengah. Kemudian Digital invesment promotion juga perlu dikembangkan. Serta layanan perizinan disempurnakan guna mendukung capaian pendapatan daerah”. tambahnya.

Dalam hal penanggulangan perekonomian pasca COVID-19, Agung menghimbau kepada pemerintah untuk menyusun RKPD yang manfaatnya bisa langsung di rasakan oleh masyarakat. Selain itu HARUS ADA kesinambungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penanganan COVID-19.

“Kami himbau kepada pemerintah untuk menyusun RKPD yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Kemudian kesinambungan penanganan COVID-19 dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus tetap dijaga,” pungkasnya.