img

Pandemi Tak Kunjung Usai, PKS Jateng Lakukan Istighosah Untuk Kesembuhan Negeri

img

Istighosah PKS Jateng Untuk Kesembuhan Negeri / Foto : IYI

Semarang, PKS Jateng Online - Dewan Syariah Wilayah PKS Jawa Tengah menyelenggarakan Istighosah dan Doa Untuk Negeri di masa pandemi, Sabtu (10/10),di Gedung DPW PKS Jawa Tengah .
 
Dalam acara yang di pimpin oleh KH. Muslih Abdul Karim selaku pengasuh Pondok pesantren Baitul Qur`an, dengan menerapkan protokol kesehatan peserta yang hadir maupun menyaksikan via online memanjatkan doa dan sholawat untuk kesembuhan negeri.
 
Ketua DSW PKS Jawa Tengah, Muhammad Afif menyatakan bahwa kegiatan ini sebagai pengingat bahwa yang berkuasa untuk mendatangkan dan dan menghilangkan bencana adalah Allah SWT, sehingga disamping upaya kita di lapangan, segala sesuatu harus dikemballikan kepada Allah yang Maha Kuasa.
 
"Pandemi tak kunjung usai, ada baiknya kita juga melakukan upaya dengan berdoa kepada Allah SWT, karena Ia-lah yang punya kuasa dalam mendatangkan dan menghilangkan bencana. Tentunya dengan diiringi ikhtiar yang sungguh-sungguh" Jelasnya.
 
Sementara itu Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Fikri Faqih menyampaikan bahwa ini merupakan bentuk upaya PKS dalam mengetuk pintu langit, disamping upaya upaya  PKS dalam pencegahan COVID-19 di lapangan.
 
“Sudah 9 bulan berlalu, kurva (kasus COVID-19) di Indonesia tidak berada dalam kurva yang landai, tapi terus meningkat, sekarang sudah di angka 329.000 kasus,” Ujarnya. “Di Jawa Tengah sendiri sudah terdapat 25.673 kasus COVID-19, tentunya harus ada upaya dari kita, istilahnya untuk mengetuk pintu langit agar pandemi benar-benar berakhir di negeri ini.” Lanjutnya
 
Fikri juga menjelaskan selain mujahadah dan doa bersama, PKS tetap turut andil dalam upaya pencegahan COVID-19 di lapangan. 
 
“Tentunya aksi nyata di lapangan tetap berlangsung, pada awal masa pandemi alhamdulillah kita salurkan bantuan COVID-19 se-Jawa Tengah senilai 11 Miliar, dan upaya dan aksi lapangan terus kami lanjutkan sampai saat ini” Ungkap Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini.
 
Menurutnya, permasalahan di pandemi ini bukan permasalahan satu dua orang saja tetapi jadi permasalahan bersama. Ia menghimbau masyarakat untuk tetap peduli terhadap masyarakat yang terdampak COVID-19 baik yang terdampak kesehatan maupun ekonominya.
 
“Jangan sampai kita merasa biasa saja dan tidak peduli atas apa yang terjadi, padahal saudara-saudara kita yang lainnya benar benar sedang mengalami kesulitan dan kesempitan di masa pandemi ini. Kepedulian dan doa merupakan salah satu kunci untuk kita bisa terlepas dari pandemi ini,” Pungkasnya.