img

PKS : Serapan Anggaran Covid 19 Baru Terealisasi 28.13%

img

Semarang - Kondisi kasus korona di Jateng terus meningkat, bahkan pejabat provinsi dan daerah banyak yang sudah terkena virus ini. Kluster baru di Kab/Kota cukup mengkhawatirkan, per 23 Juli 2020 terjadi peningkatan kasus baru dari 898 menjadi 1172. Positif korona sebanyak 7593 orang dengan pasien sembuh 3777 dan meninggal 636 orang.

"Kasus kematian di Jateng cukup tinggi, masuk 5 besar nasional ini membutuhkan kewaspadaan kita semua baik eksekutif ataupun legeslatif. Anggaran BTT 2.1 T untuk covid 19 harus segera disalurkan untuk penanganan sektor kesehatan dan ekonomi" terang Riyono.

Data Jateng menyebutkan bahwa angka reproduksi efektif masih di atas angka 1, artinya masih tinggi dan harus diturunkan di bawah 1. Perlu swab massal dan tracking terhadap kluster baru yang terjadi di Grobogan, Kudus, Wonogiri, Jepara, Kota Semarang dan terbaru di Pemalang serta RS Moewardi.

Pemprov mengalokasikan anggaran korona sektor kesehatan 426.795.679.000 Milyar untuk dinkes dan 7 rumah sakit. Sektor ekonomi 222.453.110.000 untuk 6 OPD dengan alokasi paling besar di UMKM senilai 108.780.000.000. Jaring pengaman sosial 1.337.754.341.000 dengan alokasi terbesar di Dinsos 1.3 Trilyun.

"Dana yang sangat besar sekitar 1.987.003.130.000 ternyata baru terealisasi 558.974.098.964 atau 28.13%. Ini menurut saya kinerja sangat lambat dan perlu kerja keras eksekutif sebagai eksekutor program penanganan covid 19" jelas Riyono.

Kendala pendataan dan lambatnya jaring pengaman ekonomi membuat dana 1.3 T untuk bansos baru realisasi 319 M. Padahal bansos saat ini sangat diperlukan oleh masyarakat.

"Dana ada, kenapa lambat realisainya? Dampaknya sudah kita lihat. Pertumbuhan ekonomi saat ini hanya 2.6%. Angka kemiskinan bertambah 340.000 lebih, pengganguran juga meningkat" pungkasnya