img

Mutamimmul Ula: Menginspirasi Tanpa Menggurui

img

Ustadz Mutamimmul Ula

Oleh: Sholikhin Abu Izzuddin


Doa terindah untuk Allahu Yarham Syaikh Tarbiyah Quraniyah H.Mutammimul Ula, S.H.

Jumat, 2009 tiba-tiba aku dikejutkan kerawuhan seorang Guru Besar dalam Tarbiyah yang sangat gemar silaturahim. H.Mutammimul Ula S.H. Beliau yang memberikan nama-nama teman-teman beliau di Sragen untuk saya kunjungi awal kepindahanku ke Sragen. Diantaranya Mbah Bilal dan Suparto. Alhamdulillah saya bisa menjalin silaturahim dengan sahabat beliau.

Beliau ditemani oleh Mas Warsomi ke rumah saya saat itu. Beliau nggak pilih-pilih jabatan, keustadzan, kedudukan, atau label duniawi untuk mengunjungi siapapun yang bisa dikunjungi. Masya Allah. Tabarokallahu Ya Ustadz. Kami belum bisa meneladanimu.

Sabtu pagi, 30 Agustus 2011 saya membersamai seorang bapak yang 10 orang menjadi hafidz dan hafidzah Quran dalam sebuah acara seminar parenting pendidikan keluarga berbasis Qur’an di Balai Kota Semarang..

Beliau, Ust.Mutammimul Ula, banyak memberikan inspirasi kami sebagai narasumber serta sekaligus murid yang merindu asupan ilmu, bagaimana berinteraksi dengan Al Qur’an dengan dimulai dari keluarga, diantara keharusa berkeluarga dengan rezeki yang halal.

Sabtu malam, 7 Maret 2015 usai mengikuti acara di Islamic
Book Fair dan rencana mengisi acara di SMPIT Arofah Depok, saya ajak anak saya Izzuddin untuk mengunjungi Ust.Mutammimul Ula di kediaman beliau. Ditemani sahabat yang ada di Depok maka saya benar-benar ngalap berkah dan nasihat-nasihat dahsyat dari Beliau.

Tengah malam saya mau pamit ke penginapan beliau mencegah, “Ngopo terburu-buru. Kamu materinya kan sudah hafal semuanya, tinggal menyampaikan?” Saya jawab dengan hati-hati, “Ustadz biar istirahat dulu.” Beliau menjawab, “Lha saya masih kuat.” Saya jadi malu dengan semangat beliau sebagai Murabbi.

Sungguh tak kudapatkan semangat yang luar biasa ini kecuali pada beliau. Murabbi yang sangat perhatian kepada orang awam seperti saya.

Hari Rabu, tahun 2016, usai dari Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu saya bersama Ust.Dasril Darul Fikri Bekasi bezuk Ust.Mutammimul Ula, S.H. ke RS PKU Muhammadiyah Solo. Karena dari Ust. Dasril itu kami dapat kabar bahwa Mas Tamim gerah dan dirawat di PKU Solo. Dalam perjalanan sahabat saya menceritakan betapa Ust.Tamim sering membawa sendiri beras kepada para mahasiswa yang dibinanya. Beliau memberikan keteladanan ini tanpa banyak yang mempublikasikan.

Ketika masuk bangsal, usai bersalam sapa, saya ditanya dengan lembut, “Hin, kamu umurnya berapa?” Saya jawab, “Empat puluh lima tahun Ustadz.” Beliau bertanya lagi, “Bukumu ada berapa?”
Saya kaget nggak mengira akan bertanya jumlah buku, “Empat puluh Ustadz.” “Berarti kurang satu.” Begitu beliau menegaskan. Saya merasa berhutang. Harus melunasi satu tahun satu buku.

Alhamdulillah kami merasakan bimbingan seorang guru sejati, yang tak pernah berhenti memberikan inspirasi, Ustadz H.Mutammimul Ula, S.H. mengajari kami sebuah doa,
Allahummarzuqna fahman Nabiyyin, wa hifzhal Mursaliin, wa Ilhamnal Malaaikatil muqorrobiin...

Ya Allah karuniakanlah kepada kami kefahaman para Nabi, hafalan (penjagaan) para Rasul, dan mendapat ilham sebagaimana para malaikat yang dekat dengan-Mu.

Agar tidak hilang saya simpan doa itu dan berusaha saya amalkan semampu saya. Doa adalah sarana pendidikan yang tepat untuk mengarahkan bidikan potensi pada prestasi dan mengarahkan orientasi di jalan Allah Rabbul Izzati.

Terlalu banyak kenangan dan keteladanan yang beliau terapkan. Sedikit dalam berbicara. Nyata dalam tindakannya.

Kamis pagi jam 07.56 engkau Gurunda Ustadz Mutammimul Ula wafat

Semoga Allah menambah beratnya amal shalih dan amal kebaikan Beliau. Selamat jalan Gurunda, Allahu Yarham Ust.H.Mutamimul Ula, S.H. Engkau tidak pernah mati di hati ini.

ALLAHUMMAGHFIRLAHU WARHAMHU WA'AFIHI WA'FU 'ANHU WA AKRIM NUZULAHU WA WASSI' MADKHOLAHU ALLAHUMMA LAA TAHRIMNA AJROHU WALAA TAFTINNA BA'DAHU WAGHFIRLANAA WALAHU


Sragen, 7 Mei 2020 jam 09.05 Wib.