img

Pemprov Diminta Buka Posko Covid - 19 di terminal Jawa Tengah

img

Dokumentasi Pribadi. Peninjauan Terninal Wonogiri

Sragen, PKS JATENG ONLINE - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah didesak untuk segera mendirikan posko pengawasan Covid 19 diseluruh Terminal dan Stasiun yang ada di Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi D DPRD Prov Jateng Hadi Santoso melihat respon masyarakat yang memilih pulang dari perantauan.

"Terlihat ada kenaikan jumlah kedatangan dibeberapa terminal dari Jabodetabek dan beberapa daerah lain. Untuk itu langkah antisipasi pemerintah perlu segera dibuka posko Convid-19 di terminal dan stasiun," Ungkap Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu saat melaksanakan Kunjungan Dapil dibeberapa terminal Sragen - Wnogiri.

Tercatat lebih dari 500 bus dan ratusan kereta yang menurunkan penumpang dari Jabodetabek memasuki Jawa Tengah setiap harinya. Hadi menambahkan ada 24 terminal Tipe B, 21 terminal tipe A, dan 9 Stasiun kereta api yang berada di Jawa Tengah dengan tidak kurang dari 2.943 Armada AKAP yang keluar masuk yang perlu di perhatikan,

"jika ada posko convid masyarakat yang datang maupun yang didatangi akan lebih waspada, ini agar jateng tetap terkendali,"tambahnya

Hadi menjelaskan arus pulang kampung muncul karena dampak dari kebijakan Sosial Distance Pemerintah dalam menghadapi Convid -19. Hal tersebut menyebabkan keresahan masyarakat akibat pulang kampungnya sejumlah karyawan dari berbagai kota.

" Jepara, sragen, Wonogiri, Solo, kemarin dikabarkan sudah banyak bis yang masuk, idealnya mereka tidak pulang kampung tapi mungkin karena tidak bekerja mereka memilih pulang, harus segera ada prosedur yang standard disetiap terminal kita, minimal pengukuran suhu, penyemprotan dis infektan dan prosedur medis lanjutan " lanjutnya.

Mengenai penganggaran, Hadi menyampaikan bahwa DPRD Prov Jawa Tengah siap melakukan rasionalisasi. Oleh karenanya, ia mendorong keseriusan Pemprov untuk mencegah masukanya tambahan carrier virus yang masuk ke Jawa Tengah.

"Mengenai anggaran bisa di lakukan pergeseran dari anggaran lain. misalnya anggaran mudik lebaran atau natal dan tahun baru, ini untuk kedaruratan kita bersama,"pungkasnya .

Sampai dengan Selasa 24 Maret 2020 pukul 16.00, terpantau 15 Pasien Positif Covid-19, 3 diantara telah meninggal dan 12 masih dirawat di RS terpisah. 4 di RS Dr. Moewardi Solo, 4 di RS Dr. Kariadi Semarang, 1 di RS Tidar Magelang, 1 di Rumah Sakit Wongso Negoro Semarang, 1 di RSUD Kraton Pekalongan, 1 di RS Margono Purwokerto. Tercatat 2.858 Orang Dalam Pengawasan (ODP) serta 244 Pasien Dalam Pengawasan (PDP).