img

Aleg PKS Kota Pekalongan : Pembangunan “Gapura Nusantara” Terkesan Kejar Tayang

img

Anggota Banggar DPRD Kota Pekalongan Mengadakan Sidak Proyek Gapuran Nusantara (Foto: Topo)

Pekalongan, PKS Jateng Online - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Pekalongan melakukan  sidak terhadap Proyek penataan Alun-Alun Kota Pekalongan dalam hal ini pembangunan "Gapura Nusantara" Rabu, (15/1). Anggota Banggar DPRD Kota Pekalongan yang juga merupakan Ketua Fraksi PKS Kota Pekalongan, Mungzilin, SHI turut menyoroti hasil pelaksanaan proyek yang menggunakan dana APBD tahun 2019 tersebut.

Munglizin menilai penyelesaian proyek pembangunan “Gapura Nusantara” tersebut terkesan  kejar tayang, dikarenakan cepatnya serah terima proyek kepada pemerintah serta masih terlihatnya pengerjaan yang belum selesai di beberapa bagian gapura seperti Finishing yang kurang rapi, cat yang tidak rata, serta masih banyaknya sisa material bekas pekerjaan yang belum dibersihkan.

 "Penyelesaian proyek terlihat terlalu dipaksakan. Proyek sud ah di serah terimakan dari pelaksana proyek kepada Pemerintah Kota Pekalongan untuk dilaunching  pada tanggal 22 Desember 2019 kemarin, sementara hasil pelaksanaannya tidak bagus." Ujar Munglizin.

Mungzilin berharap agar  pemerintah kota Pekalongan dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)  sebagai pemilik dan penanggung jawab proyek tersebut benar-benar cermat di dalam melakukan pengawasan setiap proyek.

"Kita tidak mau lagi di kemudian hari , ditemukan proyek-proyek yang belum 100% selesai, tapi sudah diserah terimakan kepada pemerintah kota. Hal ini tentunya tidak sesuai dengan harapan seluruh masyarakat Kota Pekalongan." Jelasnya.

“Gapura Nusantara” yang terletak di sisi Timur alun-alun  tersebut diharapkan bisa menjadi  primadona baru  bagi masyarakat, baik dalam maupun luar Kota Pekalongan. Sehingga hasil pengerjaannyapun diharapkan benar-benar bagus sehingga bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat. Mengingat anggaran yang digunakan untuk pembangunannya tidak kecil, yaitu sebesar 3,4 milyar rupiah.